Rabu, 27 Mei 2015

Demografi Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Peta kepadatan penduduk di Indonesia
Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 memiliki jumlah penduduk sebesar 237.641.326 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia.[1] Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan pada tahun 2015 penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035.[2] Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.[butuh rujukan]
Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Daftar isi

Jumlah dan Distribusi Penduduk

Migrasi penduduk besar-besaran ke wilayah milik iczl dari Hindia Belakang diyakini setidak-tidaknya terjadi atas 2 gelombang migrasi. Migrasi besar-besaran pertama, beberapa abad sebelum Masehi, saat ini dikenal sebagai rumpun Proto-Melayu yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan diwilayah Nusantara; dan migrasi besar-besaran kedua menjelang abad Masehi, saat ini hidup didaerah pesisir dan dataran rendah dikenal sebagai rumpun Deutro-Melayu. Kebanyakan penduduk Indonesia adalah penutur bahasa Austronesia yang mendiami Daratan Indonesia bagian Barat dan Daratan Indonesia Bagian Tengah; sebagian kecil, terutama di Daratan Indonesia Bagian Timur didiami oleh penutur bahasa Papua.
Imigran ke Indonesia terutama dari China tenggara, merupakan penduduk keturunan asing yang terbanyak, menyebar hampir di semua kota besar di Indonesia. Demikian pula pendatang dari Arab, Hadramaut -Yaman merupakan kelompok pendatang kedua terbanyak dan disusul oleh pendatang dari India dan sekelompok kecil dari Eropa. Suku bangsa pribumi yang terbanyak persentasenya di Indonesia adalah suku Jawa dan disusul oleh suku Sunda.
Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain :
  • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian.
  • Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar.
  • Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa.
  • Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius
  • Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi
Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237 641 326 jiwa, yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 118 320 256 jiwa (49,79 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 119 321 070 jiwa (50,21 persen).[1]
Penyebaran penduduk menurut pulau-pulau besar adalah: pulau Sumatera yang luasnya 25,2 persen dari luas seluruh wilayah Indonesia dihuni oleh 21,3 persen penduduk, Jawa yang luasnya 6,8 persen dihuni oleh 57,5 persen penduduk, Kalimantan yang luasnya 28,5 persen dihuni oleh 5,8 persen penduduk, Sulawesi yang luasnya 9,9 persen dihuni oleh 7,3 persen penduduk, Maluku yang luasnya 4,1 persen dihuni oleh 1,1 persen penduduk, dan Papua yang luasnya 21,8 persen dihuni oleh 1,5 persen penduduk.[1]

Jumlah penduduk menurut provinsi

Kode BPS Lambang Nama Kode ISO[3] Ibu kota Populasi[4] Luas (km²)[5] Status khusus Pulau
11 Bendera Aceh Aceh ID-AC Banda Aceh 4.494.410 56.500,51 Daerah khusus Sumatera
12 Bendera Sumatera Utara Sumatera Utara ID-SU Medan 12.982.204 72.427,81
Sumatera
13 Bendera Sumatera Barat Sumatera Barat ID-SB Padang 4.846.909 42.224,65
Sumatera
14 Bendera Riau Riau ID-RI Pekanbaru 5.538.367 87.844,23
Sumatera
15 Bendera Jambi Jambi ID-JA Jambi 3.092.265 45.348,49
Sumatera
16 Bendera Sumatera Selatan Sumatera Selatan ID-SS Palembang 7.450.394 60.302,54
Sumatera
17 Bendera Bengkulu Bengkulu ID-BE Bengkulu 1.715.518 19.795,15
Sumatera
18 Bendera Lampung Lampung ID-LA Bandar Lampung 7.608.405 37.735,15
Sumatera
19 Bendera Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Bangka Belitung ID-BB Pangkal Pinang 1.223.296 16.424,14
Sumatera
21 Bendera Kepulauan Riau Kepulauan Riau ID-KR Tanjung Pinang 1.679.163 8.084,01
Sumatera
31 Bendera Daerah Khusus Ibukota Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta ID-JK Jakarta Pusat 9.607.787 740,29 Daerah khusus ibukota Jawa
32 Bendera Jawa Barat Jawa Barat ID-JB Bandung 43.053.732 36.925,05
Jawa
33 Bendera Jawa Tengah Jawa Tengah ID-JT Semarang 32.382.657 32.799,71
Jawa
34 Bendera Daerah Istimewa Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta ID-YO Yogyakarta 3.457.491 3.133,15 Daerah istimewa Jawa
35 Bendera Jawa Timur Jawa Timur ID-JI Surabaya 37.476.757 46.689,64
Jawa
36 Bendera Banten Banten ID-BT Serang 10.632.166 9.018,64
Jawa
51 Bendera Bali Bali ID-BA Denpasar 3.890.757 5.449,37
Nusa Tenggara
52 Bendera Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat ID-NB Mataram 4.500.212 19.708,79
Nusa Tenggara
53 Bendera Nusa Tenggara Timur Nusa Tenggara Timur ID-NT Kupang 4.683.827 46.137,87
Nusa Tenggara
61 Bendera Kalimantan Barat Kalimantan Barat ID-KB Pontianak 4.395.983 120.114,32
Kalimantan
62 Bendera Kalimantan Tengah Kalimantan Tengah ID-KT Palangkaraya 2.212.089 153.564,50
Kalimantan
63 Bendera Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan ID-KS Banjarmasin 3.626.616 37.530,52
Kalimantan
64 Bendera Kalimantan Timur Kalimantan Timur ID-KI Samarinda 3.553.143 194.849,08
Kalimantan
65 Bendera Kalimantan Utara Kalimantan Utara ID-KI belum ditetapkan belum ada data belum ada data
Kalimantan
71 Bendera Sulawesi Utara Sulawesi Utara ID-SA Manado 2.270.596 13.930,73
Sulawesi
72 Bendera Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah ID-ST Palu 2.635.009 68.089,83
Sulawesi
73 Bendera Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan ID-SN Makassar 8.034.776 46.116,45
Sulawesi
74 Bendera Sulawesi Tenggara Sulawesi Tenggara ID-SG Kendari 2.232.586 36.757,45
Sulawesi
75 Bendera Gorontalo Gorontalo ID-GO Gorontalo 1.040.164 12.165,44
Sulawesi
76 Bendera Sulawesi Barat Sulawesi Barat ID-SR Mamuju 1.158.651 16.787,19
Sulawesi
81 Bendera Maluku Maluku ID-MA Ambon 1.533.506 47.350,42
Maluku
82 Bendera Maluku Utara Maluku Utara ID-MU Sofifi 1.038.087 39.959,99
Maluku
91 Bendera Papua Barat Papua Barat [6] Manokwari 760.422 114.566,40 Daerah khusus Papua
9
94Bendera PapuaPapuaID-PAJayapura2.833.381309.934,40Daerah khusus
4
Bendera Papua Papua ID-PA Jayapura 2.833.381 309.934,40 Daerah khusus Papua

 

 

 

 

 

Seks Rasio

Seks rasio adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan di suatu daerah atau negara pada suatu waktu tertentu.[9] Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Seks rasio adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Seks rasio menurut provinsi, yang terendah adalah 94 di Provinsi NTB dan tertinggi adalah 113 di Provinsi Papua. Seks rasio nasional pada kelompok umur 0-4 sebesar 106, umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.[1]

Agama

Pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Menurut sensus penduduk tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,91% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha dan 0,05%Khonghucu.[10]

Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional di Indonesia. Selain bahasa nasional, masyarakat Indonesia setidaknya juga menguasai satu bahasa daerah, dan seringkali bahasa ibu mereka adalah bahasa daerah tersebut, sedangkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua mereka. Menurut Ethnologue, ada 737 bahasa yang masih hidup di Indonesia [11] dan bahasa daerah yang paling banyak dipakai di Indonesia adalah bahasa Jawa
Jumlah pengguna bahasa sehari-hari di Indonesia menurut sensus 2010 sebagai berikut:
Bahasa Populasi Persentase
Jawa 68.044.660 31,79
Indonesia 42.682.566 19,94
Sunda 32.412.752 14,4
Melayu 7.901.386 3,69
Madura 7.743.533 3,62
Minangkabau 4.232.226 1,98
Banjar 3.651.626 1,71
Bugis 3.510.249 1,64
Bali 3.371.049 1,57
Batak 3.318.360 1,55
Cirebon 3.086.721 1,44
Sasak 2.691.127 1,26
Aceh 2.550.055 1,19
Betawi 2.244.648 1,05
Palembang 2.181.769 1,02

Pendidikan

Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar (Pasal 6 UU No. 20 tahun 2003). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 7-15 tahun yang belum/tidak sekolah sebesar 2,51 persen dan yang tidak sekolah lagi sebesar 6,04 persen.[1]
Ukuran/indikator untuk melihat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terkait pendidikan antara lain pendidikan yang ditamatkan dan Angka Melek Huruf (AMH). Berdasarkan hasil SP2010, persentase penduduk 5 tahun ke atas berpendidikan minimal tamat SMP/Sederajat sebesar 40,93 persen. Ini menunjukkan kualitas SDM menurut tingkat pendidikan formalnya relatif masih rendah. AMH penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 92,37 persen yang berarti setiap 100 penduduk usia 15 tahun ke atas ada 92 orang yang melek huruf. Penduduk dikatakan melek huruf jika dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya.

Selasa, 31 Maret 2015

all about usain bolt









EmasBeijing 2008100 m
EmasBeijing 2008200 m
EmasBeijing 20084 × 100 m estafet
Kejuaraan Dunia
EmasBerlin 2009100 m
PerakOsaka 2007200 m
PerakOsaka 20074 × 100 m estafet




Usain Bolt (lahir di TrelawnyJamaika21 Agustus 1986; umur 28 tahun) adalah pelari Jamaika. Bolt adalah pemegang rekor dunia lari 100m dan 200m putra saat ini, masing-masing dengan catatan waktu 9,58 detik dan 19,19 detik yang diciptakannya pada Kejuaraan Atletik Dunia 2009.[1] Kedua rekor tersebut memecahkan rekor lama yang juga dipegangnya, 9,69 detik[2] dan 19,30 detik yang ia ciptakan pada Olimpiade Beijing 2008. Rekor 100 meter di Olimpiade Bejiing tersebut sendiri memecahkan rekor sebelumnya yang juga ia pegang, 9,72 detik yang diciptakan di Kejuaraan Reebok New York pada 31 Mei 2008. Selain itu di Beijing ia juga menciptakan rekor dunia baru (37,10 detik) dalam nomor 4 x 100m estafet bersama rekan-rekannya. Pada tahun 2004 ia menciptakan rekor dunia junior baru pada nomor lari 200 m dengan catatan waktu 19,93 detik. Ia meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia 2007 di Osaka dalam nomor lari 200 m dengan waktu 19,91 detik. Pada Kejuaraan Dunia Atletik 2009 yang dilangsungkan di Berlin ia memecahkan rekor dunia baru di nomor lari 200 meter dengan catatan waktu 19,19 detik dan tercatat sebagai rekor dunia baru.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Usain_Bolt)